07/04/12

Sekuel Kisah Klasik -Cerita Cinta-



Title       : Sekuel Kisah Klasik -Cerita Cinta-
Author      : LersTennouji
Main Cast   : Ify Alyssa, Gabriel Stevent, Rio Haling,  Shilla Zahrantiara

“Cerita cinta ini akan terukir indah di dalam memori ingatanku juga dalam memori ingatanmu. Sebuah perjalanan cinta antara aku dan kamu..”





***

Aku menghela nafas pelan lalu mulai merenggangkan otot-otot tanganku. Jemariku mulai menari indah diatas tuts piano putih yang terletak di depan lemari castrai dengan corak putih-biru.

Dentingan suara piano mulai mengalun indah di kamarku. Akupun mulai menyanyikan bait demi bait lagu yang baru saja kubuat.

‘Andaikan dia tahu.. apa yang kurasa.. resah tak menentu mendamba cintamu..’

Andaikan dia tahu? Ya andai. Andai dia tahu perasaanku yang sesungguhnya bahwa aku terlalu mencintainya.

Apa yang kurasa? Kalimat itu membuat aku tertawa miris. Yang kurasa adalah aku seorang yang munafik. Mengaku cinta tapi -secara sengaja- tidak ingin memilikinya. Bodoh bukan? Tertawalah karena akupun juga merasa demikian.

Resah tak menentu mendamba cintamu? Aku tersenyum kecil. Aku terlalu resah untuk menunggu bahwa kamu juga mencintaiku. Bahwa kamu adalah milikku, jiwa dan raga.

Aku berhenti memainkan piano saat bunyi decitan pintu menggema di sudut kamarku. Aku menghela nafas pelan sebelum akhirnya aku menoleh ke arah pintu kamarku.

“Ngapain kesini? Ganggu aja deh.” Aku mendengus sebal saat Gabriel sedang diambang pintu.

Gabriel terkekeh pelan sambil mengelus tengkuknya dan mulai berjalan pelan kearahku.

Dengan malas aku mulai menggerakan tanganku di atas tuts piano. Memainkan nada-nada lagu baru ku tanpa menyanyikannya.

“Lagu baru ya Fy?” Gabriel menghempaskan tubuhnya di kasurku.

Aku berdehem kecil.

“Kok  gak dinyanyiin sih lagunya? Gak seru ah.”

Aku berhenti menggerakan tanganku diatas tuts piano dan menghadapkan tubuhku di depannya.

“Abisnya males liat wajah elo Yel. Haha.” Aku tertawa lepas saat melihat Gabriel mendengus kesal.

“Hehe. Canda Yel.” Aku mulai beranjak dari tempatku.

“Mau kemana?”

Langkahku terhenti. Menoleh ke Gabriel sebentar lalu melanjutkan langkahku tadi.

“Mau kemana sih? Ikut ah!” Aku terkekeh pelan melihat Gabriel bangun dari tempatnya dan mulai menyusulku yang berada jauh di depannya.

***

“Fy, kenalin ini Shilla. Dia yang kumaksud Shilla Fy! Hehe.”

“Gue sayang Shilla. Gue mau loe restuin hubungan gue dengan Shilla. Shilla bilang ke gue kalau dia takut elo gak setuju. Dan akhirnya gue ngundang loe kesini untuk mengetahui apakah elo setuju kalau gue menjalin kasih dengan Shilla?”

Perkataan Rio minggu lalu masih terngiang di kepalaku. Memasuki dengan halus tapi mulai menusuk saat berada di dalam loker-loker memori ingatanku.

Aku menghela nafas pelan. Saat itu.. saat semuanya harus berakhir. Aku dengan segala perasaanku.

Aku mulai memejamkan mataku menikmati semilir angin di atap rumahku yang terbuka.

“Aku emang bukan Cakka mantan kamu dulu. Aku hanya Rio dengan berbagai kekurangan. Dan aku tahu kamu memiliki banyak kelebihan. Aku suka kamu bukan karena kelebihan kamu, tapi aku suka kamu karena pancaran matamu yang membuat aku teduh dan nyaman berada di dekatmu. Tapi jauh di dasar hatiku, aku ‘sayang’ kamu bukan ‘suka’ kamu. Gak harus ada alasan untuk selalu sayang sama kamu tapi akan ada beribu alasan untuk aku suka kamu. Jadi maukah kamu menulis namaku di lubuk hatimu dan memberikan ruang tersendiri untuk aku hidup dihatimu?”

“Aku sadar bahwa pada kenyataannya bukan hanya Cakka yang dapat membuatku jatuh cinta. Tapi kamu.. kamu yang membuatku bisa jatuh cinta lagi dan setelah Cakka hanya ada namamu yang terukir indah dihatiku. Yang kamu harus tahu bahwa hatiku sepenuhnya tertutupi dengan namamu tidak ada nama lain. Hanya namamu dan hanya kamu..”

Aku mendengus kesal dan mulai membuka mata. Aku mulai beranjak ke pinggir tiang penyaga atap.

“Kenapa lagi? Nyesel udah milih abu-abu?”

Aku memejamkan mataku sebentar dan mulai membuka mata.

“Entahlah. Gue sendiri juga gak tahu.” Aku mulai bersender di tiang penyangga menatap Gabriel yang mengheryit heran kearahku.

“Ini yang paling gue takutin kalau lo memilih abu-abu. Gue takut lo nyesel.”
Aku menengadah. Menatap langit-langit.

“Langitnya indah. Bulannya bersinar.” Aku menunjuk kearah langit.

“Iya indah banget tapi gak seindah keputusan lo saat memilih abu-abu..”

Perkataan Gabriel menohok hatiku perlahan-lahan. Aku menurunkan tanganku dan mulai mengusap wajahku yang sedikit terpantul cahaya lampu perkarangan rumahku.’

“Bulannya bersinar? Gue tahu kok. Setidaknya bulan itu tahu kapan saatnya bersinar gak seperti lo yang sampai saat ini gak tau kapan harus bersinar.”

Aku terkesiap.

“Ngomong apa sih lo? Gue gak ngerti.” Aku berusaha menetralkan perasaanku yang mengaduh sakit saat perkataan Gabriel menyemburkan api dihatiku.

“Apa lo gak pernah sadar? Udah banyak yang terluka karena sikap -sok- munafik lo itu.  Berusahalah untuk menjadi apa adanya bukan ada apanya.”

“Pliss deh Yel. Gak usah bertele-tele!”

“Elo terlalu munafik buat mengaku cinta. Dan elo sangat-sangat -sok- tegar padahal kenyataannya lo rapuh. Loe butuh tiang penyangga Fy..”

Gabriel berjalan pelan kearahku.

“Ada saatnya elo harus jujur dengan perasaan lo sendiri. Dan ada saatnya pula lo harus mengatakan tentang perasaan lo padanya.”

“Loe gak ngerti apa-apa Yel tentang gue, dia atau bahkan tentang Shilla..” Aku berujar lirih.

“Seterah lo. Gue cuma pengen ngeliat lo bahagia.”

Gabriel merengkuh tubuhku dan mengeratkan pelukannya. Akupun mulai menenggelamkan wajahku di dada bidangnya.

‘Dan sekarang gue harus gimana? Mulai menyatakan perasaan gue padanya tapi itu berarti -secara sengaja- gue menyakiti Shilla atau gue tetap akan berdiam diri dan gak ada satu pihak pun yang tersakiti kecuali gue dan perasaan gue? Gue harus pilih yang mana?’

Pertanyaan itu terus menelusuri pikiranku. Pertanyaan yang sampai saat ini aku belum menemukan jawabannya. Entah sampai kapan aku harus terbelenggu dalam pertanyaan demi pertanyaan yang secara sadar terus menorehkan garis kesakitan dihatiku.

***

Kan katanya sekuel ya? Tapi aku rasa ini kaya buka sekuel deh u,uv berasa cerpen yang berlanjut-lanjut (?) -_-v Disini gak ada Rify, adanya Fyel :p Rify nya disimpen dulu wkwk :p Ini masih ada lanjutannya jadi tenang aja ya! ^^ 
Okee~ Ayo komennya ditunggu :) hehe. Makasih juga yang udah pada baca :)



@LersTennouji


0 komentar:

Posting Komentar

Enjoy your comment! :)